Trilogi untuk kunang2 [2]

<<

Es Krim Strawberry itu sudah meleleh sempurna

Seorang waiter datang menghampiri meja kami.
Lelaki didepanku dan waiter terlibat pembicaraan entah apa temanya aku gk banget ingin tau.
Justru lansekap di luar yg menarik perhatianku.
Di luar gerimis mulai menjadi hujan.
Rintik2nya semakin kerap dan lebat.
Air meleleh-leleh menjilati dinding kaca di samping kiri tempatku duduk.
Di luar tampak daun2 berbungkuk bungkuk mempersilahkan air hujan membasuh tubuhnya yg kotor dan kusam.
Pandanganku ke luar agak kabur.

“Coffe ? ” kamu bertanya. Membuyarkan lamunanku tentang daun.

“No. Hot Coffe makes me dizzy. I’d rather the frozen one”

“Ok then. Tambah Frozen capucinno satu ya ?
Medium please ” kata lelaki-ku ke waiter.

Sunyi..none of any words come between us.

Padahal sudah tiga kali ini, di cafe yang sama, meja yang sama, sudut yang sama, disini,
kita menghabiskan waktu ngobrol2 tentang apa aja.
Tapi sore itu memang tidak seperti biasanya.
Ada yang terasa asing saat itu.

“Ini….penting sekali” katamu memecah kesunyian antara kita.

“Mmmm…..soal itu ” katamu lagi terpatah patah

“Soal itu, aku sudah tau…” jawabku.

Waiter datang membawa menu yg tadi dipesan.
Beberapa piring tersaji rapi didepanku.

Makanan yg entah apa namanya ini, cantik sekali garnisnya.
Plus segelas frozen capucinno di letakkan di samping kanannya.

Tapi toh tetepp saja gk menarik hatiku untuk menyantapnya.
Bahkan yg  masih menarik di mataku adalah es krim strawberry yg semakin parah lelehnya itu.
Mungkin karena sekronis itu pula perasaanku saat ini.

Lelakiku,  apa yang kau pikirkan sekarang ?
Apa yang tergambar didahimu saat ini,  yang kau rasakan demikian hilang ?
Pantaskah pandangan seperti itu ditunjukkan oleh lelaki dewasa seperti dirimu ?

Lelakiku,
Seandainya bisa, Ingin aku duduk disampingmu,
Merengkuh jemarimu yg pasrah,
Mengecup dahimu yang penuh tanya itu.

Tapi tidak !
aku tidak bisa dan aku tidak boleh melakukannya !!!.
Kuyakinkan pada diriku sendiri,  itulah alasannya kenapa aku diciptakan Tuhan sebagai manusia.
Karena aku dapat menahan badai di dada ini.

“Kenapa kamu masih di sini ? Sedangkan kau tahu aku tidak mungkin menciummu ?” tanyamu

“If I said because I care about you. It’ll be too clyshe.
 What about you ? Why you wanna see me this dawn ?
Sedangkan kamu sudah pasti dengan apa yang akan terjadi nanti ?” tanyaku balik

“Well I don’t know. Maybe Coz we’re just the same .
Karena aku sama seperti kamu. Dan kamu sama seperti aku “

      

  Februari, 2007

 Dari berbagai sumber

>>

One Response to “Trilogi untuk kunang2 [2]”

  1. xero Says:

    tanteeee….,I have a tag for you. Visit mine, will ya..? thanks :D


Leave a Reply